Legalitas Pasokan
IUP atau IUPK yang masih berlaku, RKAB tahun berjalan, NPWP, dan surat kuasa penjualan dari pemegang izin.
Proses Trading
Perdagangan nikel bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli. Kami memecahnya menjadi enam tahap dengan urutan yang tetap — masing-masing punya dokumen, penanggung jawab, dan titik pemeriksaan sendiri, sehingga setiap ton bisa ditelusuri dari izin tambang sampai berita acara serah terima.
Prinsip Kerja
Satu muatan nikel melewati banyak tangan — pemegang izin, kontraktor tambang, pengangkut darat, operator tongkang, surveyor, sampai laboratorium smelter. Yang menentukan mulus atau tidaknya sebuah transaksi bukan kecepatan, melainkan apakah setiap serah terima itu tercatat.
Karena itu kami memperlakukan alur ini sebagai satu rangkaian, bukan potongan-potongan yang lepas. Izin dibaca sampai halaman terakhir sebelum harga dibicarakan. Kadar dan kelembapan diuji sebelum kontrak dikunci. Tonase dicocokkan antara tiket timbang di darat dan draft survey di tongkang. Dan laporan ke regulator disiapkan sejak muatan masih di stockpile, bukan setelah pembayaran cair.
Kalau ada satu tahap yang dokumennya tidak lengkap, prosesnya berhenti di situ — bukan dilanjutkan sambil berharap menyusul di belakang.
Lihat rincian tiap tahapAlur Kerja
Klik salah satu tahap untuk melompat ke rinciannya.
Verifikasi Izin Usaha Pertambangan dan legalitas sumber pasokan sebelum satu ton pun bergerak.
DokumenIUP/IUPK · RKAB · NPWP · Surat kuasa penjualan
Penambangan bijih nikel oleh mitra produsen dengan pemantauan kadar dan volume.
DokumenCertificate of Analysis · Laporan produksi · Berita acara sampling
Pengangkutan darat ke jetty, pemuatan ke tongkang, dan dokumentasi muatan.
DokumenSurat jalan · Tiket timbang · Bill of Lading · Draft survey
Negosiasi harga, kontrak jual beli, dan penyelesaian pembayaran antar pihak.
DokumenKontrak jual beli · Purchase order · Invoice · Bukti pembayaran
Pengiriman ke smelter atau pembeli akhir, lengkap dengan pemeriksaan kualitas.
DokumenBerita acara bongkar · Hasil analisa final · Berita acara serah terima
Laporan ke ESDM, audit internal, dan evaluasi berkala setiap transaksi.
DokumenLaporan realisasi ESDM · Bukti setor royalti · Berkas audit internal
Dokumen
Enam kelompok dokumen ini disusun berurutan mengikuti alur, lalu diarsipkan sebagai satu berkas per transaksi.
IUP atau IUPK yang masih berlaku, RKAB tahun berjalan, NPWP, dan surat kuasa penjualan dari pemegang izin.
Kontrak jual beli, purchase order, skema pembayaran, serta term penyerahan yang disepakati kedua pihak.
Certificate of Analysis, hasil uji laboratorium, dan berita acara pengambilan sampel oleh surveyor.
Surat jalan, tiket timbang, Bill of Lading, draft survey, dan polis asuransi muatan.
Berita acara bongkar, hasil analisa final di laboratorium tujuan, dan berita acara serah terima muatan.
Laporan realisasi ke Kementerian ESDM, bukti setor royalti dan PNBP, serta arsip audit internal.
Kendali Mutu
Keempatnya diuji di titik muat, lalu diverifikasi ulang di titik bongkar oleh surveyor dan laboratorium yang disepakati bersama.
Ni
Penentu utama harga. Diuji sejak stockpile tambang dan diverifikasi ulang di laboratorium tujuan.
Fe
Menentukan kesesuaian bijih dengan jenis smelter dan proses peleburan yang dipakai pembeli.
H₂O
Memengaruhi berat kering muatan. Diukur agar tonase yang dibayar mencerminkan bijih, bukan air.
MT
Dihitung lewat tiket timbang di darat dan draft survey di tongkang, lalu dicocokkan satu sama lain.
Tanya Jawab
Umumnya dua sampai empat minggu setelah dokumen legalitas lengkap dan skema pembayaran disepakati. Jalur kritisnya hampir selalu ada di verifikasi izin dan ketersediaan jadwal tongkang, bukan di penambangannya.
Setiap muatan diambil sampelnya bersama-sama antara penjual, pembeli, dan surveyor di titik bongkar. Bila hasilnya berselisih di luar toleransi, kontrak kami selalu memuat klausul lab wasit dan mekanisme penyesuaian harga, sehingga tidak ada pihak yang menanggung sendiri.
Bisa, dan itu biasa kami lakukan. Tetapi urutannya tidak berubah: legalitas diverifikasi lebih dulu, lokasi dikunjungi, baru pembicaraan harga dimulai. Kalau dokumennya tidak lengkap, kami menghentikan proses di tahap pertama.
Tergantung term penyerahan yang dipilih — FOB Barge, CIF, atau skema lain — dan itu ditulis eksplisit di kontrak jual beli sejak awal, lengkap dengan titik peralihan risiko.
Volume yang dibeli selalu dicocokkan dengan RKAB pemasok, royalti disetor sesuai realisasi, dan penjualan dilaporkan ke Kementerian ESDM. Semua berkasnya diperiksa ulang lewat audit internal per transaksi.
Kirimkan detail volume, kadar, dan titik muat — tim kami akan menindaklanjuti dengan penawaran beserta jadwal logistiknya.